Sabtu, 05 Maret 2016

Dasar-Dasar Ilmu Pengetahuan



A.      Latar Belakang Masalah
Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengembangkan  pengetahuan secara sungguh-sungguh. Binatang juga mempunyai  pengetahuan, namun hanya terbatas untuk kelangsungan hidupnya (survival).
Manusia mengembangkan pengetahuannya mengatasi kebutuhan kelangsungan hidupnya. Manusia memikirkan hal-hal baru, menjelajah ufuk  baru, karena manusia bukan sekadar untuk kelangsungan hidup, namun lebih dari itu yaitu manusia memanusiakan diri dalam hidupnya. Manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu yang lebih dari sekedar kelangsungan hidupnya.Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung atau tidak langsung turut memperkaya kehidupan kita.Sukar untuk dibayangkan bagaimana kehidupan manusia seandainya pengetahuan itu tidak ada, sebab pengetahuan merupakan sumber jawaban bagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan.
Kemampuan menalar menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuan yang merupakan rahasia-rahasia kekuasaan- Nya. Untuk mengetahui lebih dalam tentang pengetahuan itu sendiri, di dalam makalah ini akan dijelaskan secara rinci tentang dasar-dasar pengetahuan.





BAB II
PEMBAHASAN

A.      Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir adalah sebuah pemahaman yang melandasi pemahaman-pemahaman yang lainnya, sebuah pemahaman yang paling mendasar dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran selanjutnya.
Terdapat lima langkah dalam kerangka berpikir ilmiah:
1.      merumuskan masalah
2.      menyusun kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis
3.      merumuskan hipotesis
4.      menguji hipotesis
5.      menarik suatu kesimpulan.

B.       Sarana berfikir ilmiah
Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh.Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka diperlukan sarana yang berupa bahasa, logika, matematika dan statistika, agar dalam kegiatan ilmiah tersebut dapat berjalan dengan baik, teratur dan cermat.
Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir,ilmiah dengan baik maka diperlukan sarana yang berupa bahasa, logika, matematika dan statistika, agar dalam kegiatan ilmiah tersebut dapat berjalan dengan baik, teratur dan cermat.
1.      Bahasa
Bahasa memegang peranan penting dan suatu hal yang lazim dalam hidup dan kehidupan manusia.Kelaziman tersebut membuat manusia jarang memperhatikan bahasa dan menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa, seperti bernafas dan berjalan. Menurut Ernest Cassirer, sebagaimana yang dikutip oleh Jujun, bahwa keunikan manusia bukanlah terletak pada kemampuan berpikir melainkan terletak pada kemampuan berbahasa.
Para ahli filsafat bahasa dan psikolinguitik melihat fungsi bahasa  sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran , perasaan, dan emosi. Sedangkan aliran sisiolinguistik berpendapat bahwa fungsi bahasa adalah sarana untuk perubahan masyarakat. Walaupun terdapat perbedaan tetapi pendapat ini saling melengkapi satu sama lainnya. Secara umum dapat dinyatakan bahwa fungsi bahasa adalah :
1.      Koordinator kegiatan-kegiatan dalam masyarakat
2.      Penetapan pemikiran dan pengungkapan
3.      Penyampaian pikiran dan perasaan
4.      Penyenangan jiwa
5.      Pengurangan kegonjangan jiwa
2.      Logika
Logika berasal dari kata Yunani kuno (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.
Macam-macam logika:
1.        Logika alamiah adalah kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif. Kemampuan logika alamiah manusia ada sejak lahir.
2.        Logika ilmiah memperhalus, mempertajam pikiran serta akal budi. Logika ilmiah menjadi ilmu khusus yang merumuskan azas-azas yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. Berkat pertolongan logika ilmiah inilah akal budi dapat bekerja dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman. Logika ilmiah dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau, paling tidak, dikurangi.

Kegunaan logika
1.        Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
2.        Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
3.        Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
4.        Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis

3.      Matematika
Matematika adalah bahasa yang melambaikan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan.Lambang-lambang matematika bersifat “artifisial” yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya.Tanpa itu maka matematika hanya merupakan kumpulan rumus-rumus yang mati.
4.      Statistik
Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengelolaan  atau penganalisiannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan.
statistika merupakan  sekumpulan metode dalam memperoleh pengetahuan   untuk mengelolah dan menganalisis data dalam mengambil suatu kesimpulan kegiatan ilmiah. Untuk dapat mengambil suatu keputusan dalam kegiatan ilmiah diperlukan data-data, metode penelitian serta penganalisaan harus akurat.

C.      Kriteria Kebanaran

1.    Pengetahuan dan Kebenaran
Sumber pengetahuan dalam dunia ini berawal dari sikap manusia yang meragukan setiap gejala yang ada di alam semesta ini.Manusia tidak mau menerima saja hal-hal yang ada termasuk nasib dirinya sendiri.Keraguan terhadap sesuatu mendorong manusia untuk menggunakan fungsi panca inderanya, untuk mendapatkan pengetahuan. Sesuatu yang diketahui manusia disebut pengetahuan.Dorongan mendapatkan pengetahuan didasari oleh beberapa tujuan yakni antara lain :
-          Memenuhi kebutuhan untuk kelangsungan hidup
-          Mengembangkan arti kehidupan
-          kehidupan dan kemanusiaan itu sendiri.
-          Mencapai tujuan hidup.
Dari keempat tujuan diatas jelaslah bahwa pengetahuan adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Pengetahuan yang memuaskan manusia adalah pengetahuan yang  benar. Pengetahuan tidak benar adalah kekeliruan.Keliru seringkali lebih jelek daripada tidak tahu. Pengetahuan yang keliru dijadikan tindakan/perbuatan akan menghasilkan kekeliruan, kesalahan dan malapetaka.Untuk Mendapatkan pengetahuan tersebut maka manusia harus melakukan  proses berfikir.

2.    Teori – teori Kebenaran

a.       Teori Koherensi (coherence theory)
Teori ini dikembangkan oleh kaum idealis dan sering disebut teori konsistensi atau teori saling berhubungan.Dikatakan demikian karena teori ini menyatakan bahwa kebenaran tergantung pada adanya saling hubungan secara tepat antara ide-ide yang sebelumnya telah diakui kebenarannya.The Consistence theory of truth/Coherence theory of truth mengatakan bahwa kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan yang baru dengan putusan-putusan lain yang telah kita ketahui dan akui kebenarannya terlebih dahulu. Bochenski berpendapat bahwa kebenaran itu terletak pada adanya kesesuaian antara suatu benda atau hal dengan pikiran atau idea.Titus dkk berpendapat ”Kebenaran itu adalah sistem pernyataan yang bersifat konsisten secara timbal balik , dan tiap –tiap pernyataan memperoleh kebenaran dari sistem tersebut secara keseluruhan”.
Jadi suatu pernyataan cenderung benar bila pernyataan tersebut koheren (saling berhubungan) dengan pernyataan lain yang benar atau bila arti yang dikandung oleh pernyataan  tersebut koheren dengan pengalaman kita.
Misalnya :
-          Pernyataan  bahwa ”di luar hujan turun”, adalah benar apabila pengetahuan tentang hujan (air yang turun dari langit) bersesuaian dengan keadaan cuaca yang mendung,gelap dan temperatur dingin dan fakta –fakta yang menunjang.
-          Pernyataan bahwa ”Semua manusia pasti mati adalah sebuah pernyataan yang benar, maka pernyataan bahwa si fulan adalah manusia  dan si fulan pasti mati adalah benar pula, sebab pernyataan kedua konsisten dengan pernyataan pertama.


b.  Teori Korespondensi (corespondence theory)
            Teori ini diterima oleh kaum realis dan kebanyakan orang. Teori ini menyatakanbahwa jika suatu pernyataan  sesuai dengan fakta, maka pernyataan itu benar, jikatidak maka pernyataan itu salah menerangkan bahwa kebenaran atau sesuatu keadaan benar itu terbukti benar bila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud suatu pernyataan/pendapat dengan objek yang dituju/dimaksud oleh pernyataan/pendapat tersebut. Kebenaran adalah kesesuaian pernyataan dengan fakta, yang berselaras dengan realitas, yang serasi dengan situasi aktual.adalah persesuaian antara pernyataan tentang fakta itu sendiri”.
Misalnya :
-          Bila ada orang yang menyatakan bahwa sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia, maka pernyataan itu adalah benar sebab pernyataan itu sesuai dengan fakta.Karena secara faktual sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia.
-          Pernyataan ” Ibukota Indonesia adalah Jakarta, maka pernyataan ini adalah benar sebab pernyataan ini sesuai dengan fakta yakni Jakarta adalah Ibukota Indonesia.

c.       Teori Pragmatis (pragmatic theory)
Teori ini menganggap suatu pernyataan, teori atau dalil itu memiliki kebenaran bila memiliki kegunaan dan manfaat bagi kehidupan manusia.Kaum pragmatis menggunakan kriteria kebenarannya dengan kegunaan(utility), dapat dikerjakan(workability), dan akibat yang memuaskan (satisfactory consequence). Oleh karena itu tidak ada kebenaran yang mutlak/tetap, kebenarannya tergantung pada kerja, manfaat dan akibatnya.Kriteria pragmatisme juga dipergunakan oleh ilmuwan dalam menentukan kebenaran ilmiah dalam perspektif waktu.Secara historis pernyataan ilmiah yang sekarang dianggap benar suatu waktu mungkin tidak lagi demikian.Dihadapkan dengan masalah seperti ini maka ilmuan bersifat pragmatis selama pernyataan itu fungsional dan mempunyai kegunaan maka pernyataan itu dianggap benar, sekiranya pernyataan itu tidak lagi bersifat demikian, disebabkan perkembangan ilmu itu sendiri yang menghasilkan pernyataan baru, maka pernyataan itu ditinggalkan.
Misalnya :
-          Teori tentang partikel tak akan berumur lebih dari 4 (empat) tahun.
-          Ilmu Embriologi diharapkan mengalami revisi setiap kurun waktu 15  tahun. Kedua ilmu di atas disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang ada.

Kriteria kebenaran cenderung menekankan salahsatu atau  lebih dari tiga pendekatan yaitu :
- yang benar adalah yang memuaskan keinginan kita.
- yang benar adalah yang dapat dibuktikan dengan eksperimen,
- yang benar adalah yang membantu dalam perjuangan hidup biologis.
teori-teori kebenaran (koresponden, koherensi, dan pragmatisme) itu lebih bersifat saling menyempurnakan daripada saling bertentangan, maka teori tersebut dapat digabungkan dalam suatu definisi tentang kebenaran. kebenaran adalah persesuaian yang setia dari pertimbangan dan ide kita kepada fakta pengalaman atau kepada alam seperti adanya.



BAB III
KESIMPULAN
Kerangka berpikir adalah sebuah pemahaman yang melandasi pemahaman-pemahaman yang lainnya, sebuah pemahaman yang paling mendasar dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran selanjutnya.Langkah  Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka diperlukan sarana yang berupa bahasa, logika, matematika dan statistika, agar dalam kegiatan ilmiah tersebut dapat berjalan dengan baik, teratur dan cermat.Dan kriteria berfikir terdiri dari pengetahuan bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Pengetahuan yang memuaskan manusia adalah pengetahuan yang  benar. Pengetahuan tidak benar adalah kekeliruan.Dan teori kebenaran, di mana teori kebenaran yang mencakup teori Koherensi, teori ini menyatakan bahwa kebenaran tergantung pada adanya saling hubungan secara tepat antara ide-ide yang sebelumnya telah diakui kebenarannya.teori Korespondensi, Teori ini menyatakanbahwa jika suatu pernyataan  sesuai dengan fakta, maka pernyataan itu benar. teori Pragmatis, ini menganggap suatu pernyataan, teori atau dalil itu memiliki kebenaran bila memiliki kegunaan dan manfaat bagi kehidupan manusia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar