A. Latar
Belakang Masalah
Manusia adalah satu-satunya makhluk yang
mengembangkan pengetahuan secara
sungguh-sungguh. Binatang juga mempunyai
pengetahuan, namun hanya terbatas untuk kelangsungan hidupnya (survival).
Manusia mengembangkan pengetahuannya
mengatasi kebutuhan kelangsungan hidupnya. Manusia memikirkan hal-hal baru,
menjelajah ufuk baru, karena manusia
bukan sekadar untuk kelangsungan hidup, namun lebih dari itu yaitu manusia
memanusiakan diri dalam hidupnya. Manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan
tertentu yang lebih dari sekedar kelangsungan hidupnya.Pengetahuan merupakan
khasanah kekayaan mental yang secara langsung atau tidak langsung turut
memperkaya kehidupan kita.Sukar untuk dibayangkan bagaimana kehidupan manusia
seandainya pengetahuan itu tidak ada, sebab pengetahuan merupakan sumber
jawaban bagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan.
Kemampuan menalar menyebabkan manusia mampu
mengembangkan pengetahuan yang merupakan rahasia-rahasia kekuasaan- Nya. Untuk
mengetahui lebih dalam tentang pengetahuan itu sendiri, di dalam makalah ini
akan dijelaskan secara rinci tentang dasar-dasar pengetahuan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Kerangka
Berpikir
Kerangka berpikir adalah sebuah pemahaman
yang melandasi pemahaman-pemahaman yang lainnya, sebuah pemahaman yang paling
mendasar dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran selanjutnya.
Terdapat lima langkah dalam kerangka berpikir
ilmiah:
1.
merumuskan
masalah
2.
menyusun
kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis
3.
merumuskan
hipotesis
4.
menguji
hipotesis
5.
menarik
suatu kesimpulan.
B. Sarana
berfikir ilmiah
Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat
yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh.Untuk
dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka diperlukan sarana
yang berupa bahasa, logika, matematika dan statistika, agar dalam kegiatan
ilmiah tersebut dapat berjalan dengan baik, teratur dan cermat.
Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat
yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Untuk
dapat melakukan kegiatan berpikir,ilmiah dengan baik maka diperlukan sarana
yang berupa bahasa, logika, matematika dan statistika, agar dalam kegiatan
ilmiah tersebut dapat berjalan dengan baik, teratur dan cermat.
1. Bahasa
Bahasa memegang peranan penting dan suatu hal
yang lazim dalam hidup dan kehidupan manusia.Kelaziman tersebut membuat manusia
jarang memperhatikan bahasa dan menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa,
seperti bernafas dan berjalan. Menurut Ernest Cassirer, sebagaimana yang
dikutip oleh Jujun, bahwa keunikan manusia bukanlah terletak pada kemampuan
berpikir melainkan terletak pada kemampuan berbahasa.
Para ahli filsafat bahasa dan psikolinguitik
melihat fungsi bahasa sebagai sarana
untuk menyampaikan pikiran , perasaan, dan emosi. Sedangkan aliran
sisiolinguistik berpendapat bahwa fungsi bahasa adalah sarana untuk perubahan
masyarakat. Walaupun terdapat perbedaan tetapi pendapat ini saling melengkapi
satu sama lainnya. Secara umum dapat dinyatakan bahwa fungsi bahasa adalah :
1.
Koordinator
kegiatan-kegiatan dalam masyarakat
2.
Penetapan
pemikiran dan pengungkapan
3.
Penyampaian
pikiran dan perasaan
4.
Penyenangan
jiwa
5.
Pengurangan
kegonjangan jiwa
2. Logika
Logika berasal dari kata Yunani kuno (logos)
yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan
dinyatakan dalam bahasa.
Macam-macam logika:
1.
Logika
alamiah adalah kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus
sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan
yang subyektif. Kemampuan logika alamiah manusia ada sejak lahir.
2.
Logika
ilmiah memperhalus, mempertajam pikiran serta akal budi. Logika ilmiah menjadi
ilmu khusus yang merumuskan azas-azas yang harus ditepati dalam setiap
pemikiran. Berkat pertolongan logika ilmiah inilah akal budi dapat bekerja
dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman. Logika ilmiah
dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau, paling tidak, dikurangi.
Kegunaan logika
1.
Membantu
setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis,
lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
2.
Meningkatkan
kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
3.
Menambah
kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
4.
Memaksa
dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas
sistematis
3. Matematika
Matematika adalah bahasa yang melambaikan
serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan.Lambang-lambang
matematika bersifat “artifisial” yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna
diberikan kepadanya.Tanpa itu maka matematika hanya merupakan kumpulan
rumus-rumus yang mati.
4. Statistik
Statistika adalah pengetahuan yang
berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengelolaan atau penganalisiannya dan penarikan kesimpulan
berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan.
statistika merupakan sekumpulan metode dalam memperoleh
pengetahuan untuk mengelolah dan
menganalisis data dalam mengambil suatu kesimpulan kegiatan ilmiah. Untuk dapat
mengambil suatu keputusan dalam kegiatan ilmiah diperlukan data-data, metode
penelitian serta penganalisaan harus akurat.
C. Kriteria
Kebanaran
1. Pengetahuan
dan Kebenaran
Sumber pengetahuan dalam dunia ini berawal
dari sikap manusia yang meragukan setiap gejala yang ada di alam semesta
ini.Manusia tidak mau menerima saja hal-hal yang ada termasuk nasib dirinya
sendiri.Keraguan terhadap sesuatu mendorong manusia untuk menggunakan fungsi
panca inderanya, untuk mendapatkan pengetahuan. Sesuatu yang diketahui manusia
disebut pengetahuan.Dorongan mendapatkan pengetahuan didasari oleh beberapa
tujuan yakni antara lain :
-
Memenuhi
kebutuhan untuk kelangsungan hidup
-
Mengembangkan
arti kehidupan
-
kehidupan
dan kemanusiaan itu sendiri.
-
Mencapai
tujuan hidup.
Dari keempat tujuan diatas jelaslah bahwa
pengetahuan adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Pengetahuan yang
memuaskan manusia adalah pengetahuan yang
benar. Pengetahuan tidak benar adalah kekeliruan.Keliru seringkali lebih
jelek daripada tidak tahu. Pengetahuan yang keliru dijadikan tindakan/perbuatan
akan menghasilkan kekeliruan, kesalahan dan malapetaka.Untuk Mendapatkan
pengetahuan tersebut maka manusia harus melakukan proses berfikir.
2. Teori
– teori Kebenaran
a.
Teori
Koherensi (coherence theory)
Teori ini dikembangkan oleh kaum idealis dan
sering disebut teori konsistensi atau teori saling berhubungan.Dikatakan
demikian karena teori ini menyatakan bahwa kebenaran tergantung pada adanya
saling hubungan secara tepat antara ide-ide yang sebelumnya telah diakui
kebenarannya.The Consistence theory of truth/Coherence theory of truth
mengatakan bahwa kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan yang baru
dengan putusan-putusan lain yang telah kita ketahui dan akui kebenarannya terlebih
dahulu. Bochenski berpendapat bahwa kebenaran itu terletak pada adanya
kesesuaian antara suatu benda atau hal dengan pikiran atau idea.Titus dkk
berpendapat ”Kebenaran itu adalah sistem pernyataan yang bersifat konsisten
secara timbal balik , dan tiap –tiap pernyataan memperoleh kebenaran dari
sistem tersebut secara keseluruhan”.
Jadi suatu pernyataan cenderung benar bila
pernyataan tersebut koheren (saling berhubungan) dengan pernyataan lain yang
benar atau bila arti yang dikandung oleh pernyataan tersebut koheren dengan pengalaman kita.
Misalnya :
-
Pernyataan bahwa ”di luar hujan turun”, adalah benar
apabila pengetahuan tentang hujan (air yang turun dari langit) bersesuaian
dengan keadaan cuaca yang mendung,gelap dan temperatur dingin dan fakta –fakta
yang menunjang.
-
Pernyataan
bahwa ”Semua manusia pasti mati adalah sebuah pernyataan yang benar, maka
pernyataan bahwa si fulan adalah manusia
dan si fulan pasti mati adalah benar pula, sebab pernyataan kedua
konsisten dengan pernyataan pertama.
b. Teori Korespondensi (corespondence theory)
Teori
ini diterima oleh kaum realis dan kebanyakan orang. Teori ini menyatakanbahwa
jika suatu pernyataan sesuai dengan
fakta, maka pernyataan itu benar, jikatidak maka pernyataan itu salah
menerangkan bahwa kebenaran atau sesuatu keadaan benar itu terbukti benar bila
ada kesesuaian antara arti yang dimaksud suatu pernyataan/pendapat dengan objek
yang dituju/dimaksud oleh pernyataan/pendapat tersebut. Kebenaran adalah
kesesuaian pernyataan dengan fakta, yang berselaras dengan realitas, yang
serasi dengan situasi aktual.adalah persesuaian antara pernyataan tentang fakta
itu sendiri”.
Misalnya :
-
Bila
ada orang yang menyatakan bahwa sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia,
maka pernyataan itu adalah benar sebab pernyataan itu sesuai dengan
fakta.Karena secara faktual sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia.
-
Pernyataan
” Ibukota Indonesia adalah Jakarta, maka pernyataan ini adalah benar sebab
pernyataan ini sesuai dengan fakta yakni Jakarta adalah Ibukota Indonesia.
c.
Teori
Pragmatis (pragmatic theory)
Teori ini menganggap suatu pernyataan, teori
atau dalil itu memiliki kebenaran bila memiliki kegunaan dan manfaat bagi
kehidupan manusia.Kaum pragmatis menggunakan kriteria kebenarannya dengan
kegunaan(utility), dapat dikerjakan(workability), dan akibat yang memuaskan
(satisfactory consequence). Oleh karena itu tidak ada kebenaran yang
mutlak/tetap, kebenarannya tergantung pada kerja, manfaat dan akibatnya.Kriteria
pragmatisme juga dipergunakan oleh ilmuwan dalam menentukan kebenaran ilmiah
dalam perspektif waktu.Secara historis pernyataan ilmiah yang sekarang dianggap
benar suatu waktu mungkin tidak lagi demikian.Dihadapkan dengan masalah seperti
ini maka ilmuan bersifat pragmatis selama pernyataan itu fungsional dan
mempunyai kegunaan maka pernyataan itu dianggap benar, sekiranya pernyataan itu
tidak lagi bersifat demikian, disebabkan perkembangan ilmu itu sendiri yang
menghasilkan pernyataan baru, maka pernyataan itu ditinggalkan.
Misalnya :
-
Teori
tentang partikel tak akan berumur lebih dari 4 (empat) tahun.
-
Ilmu
Embriologi diharapkan mengalami revisi setiap kurun waktu 15 tahun. Kedua ilmu di atas disesuaikan dengan
perkembangan teknologi yang ada.
Kriteria kebenaran cenderung menekankan salahsatu
atau lebih dari tiga pendekatan yaitu :
- yang benar adalah yang memuaskan keinginan
kita.
- yang benar adalah yang dapat dibuktikan
dengan eksperimen,
- yang benar adalah yang membantu dalam
perjuangan hidup biologis.
teori-teori kebenaran (koresponden,
koherensi, dan pragmatisme) itu lebih bersifat saling menyempurnakan daripada
saling bertentangan, maka teori tersebut dapat digabungkan dalam suatu definisi
tentang kebenaran. kebenaran adalah persesuaian yang setia dari pertimbangan
dan ide kita kepada fakta pengalaman atau kepada alam seperti adanya.
BAB
III
KESIMPULAN
Kerangka berpikir adalah sebuah pemahaman
yang melandasi pemahaman-pemahaman yang lainnya, sebuah pemahaman yang paling
mendasar dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran selanjutnya.Langkah Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir
ilmiah dengan baik maka diperlukan sarana yang berupa bahasa, logika,
matematika dan statistika, agar dalam kegiatan ilmiah tersebut dapat berjalan
dengan baik, teratur dan cermat.Dan kriteria berfikir terdiri dari pengetahuan bagian
dari kehidupan manusia itu sendiri. Pengetahuan yang memuaskan manusia adalah
pengetahuan yang benar. Pengetahuan
tidak benar adalah kekeliruan.Dan teori kebenaran, di mana teori kebenaran yang
mencakup teori Koherensi, teori ini menyatakan bahwa kebenaran tergantung pada
adanya saling hubungan secara tepat antara ide-ide yang sebelumnya telah diakui
kebenarannya.teori Korespondensi, Teori ini menyatakanbahwa jika suatu
pernyataan sesuai dengan fakta, maka
pernyataan itu benar. teori Pragmatis, ini menganggap suatu pernyataan, teori
atau dalil itu memiliki kebenaran bila memiliki kegunaan dan manfaat bagi
kehidupan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar